Porto Folio Guru Penggerak Muhammad Fauji

 

Bergerak Menggerakkan tanpa digerakkan


https://sites.google.com/view/fauji-hebat/



Ini merupakan Porto folio yang Saya buat sebagai bukti aksi nyata dan kerja saya sebagai Guru Penggerak angkatan 1 Dan Saya merasa bangga dengan hasil karya googlesites ini. Semoga apa-apa yang ada di google sites ini bisa bermanfaat dan berguna untuk banyak orang. Apapun yang Saya lakukan selalu dengan ikhlas dan dengan jalan yang maksimal untuk berbagi dan berkolaborasi. Semoga ini menjadi bukti otentik akan keberadaan Guru Penggerak. Guru Penggerak yang sangat diharapkan untuk melakukan agen transformasi perubahan dan menciptakan merdeka belajar di sekolah dan kelas. Tidak hanya itu, profil pelajar Pancasila juga menjadi salah satu acuan keberhasilan aksi nyata guru penggerak. Selamat membaca dan melihat serta jangan lupa tinggalkan komentar dibawah ini.


Share:

Menghadirkan Pembelajaran yang Nyata dengan Metode Outentic Learning melalui Fitur-Fitur yang ada di Portal Rumah Belajar

Pendidik maupun peneliti di bidang pendidikan telah mengakui pentingnya otentisitas dalam kegiatan pembelajaran di berbagai jenjang dan konteks pendidikan. Menurut definisi, “belajar otentik”  berarti pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata dan proyek-proyek dan yang memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi dan membahas masalah-masalah ini dengan cara yang relevan untuk mereka.

Pembelajaran otentik (outhentic learning) adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggali, mendiskusikan, dan membangun secara bermakna konsep-konsep dan hubungan-hubungan, yang melibatkan masalah nyata dan proyek yang relevan dengan siswa (Donovan, Bransford & Pallegrino, 1999). Istilah ‘otentik’ berarti asli, sejati, dan nyata (Webster’s Revised Unabridged Dictionary, 1998). Pembelajaran ini dapat digunakan untuk siswa pada semua tingkatan kelas, maupun siswa dengan berbagai macam tingkat kemampuan.

Belajar otentik merupakan pendekatan pedagogis yang memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi, berdiskusi, dan penuh arti membentuk konsep dan hubungan dalam konteks yang melibatkan dunia nyata masalah dan proyek-proyek yang relevan dengan peserta didik (Donovan, Bransford, & Pellegrino, 1999). Istilah yang otentik didefinisikan sebagai asli, benar, dan nyata (Webster’s Revisi lengkap Dictionary , 1998).

Pembelajaran yang terintegrasi Rumah Belajar

Baca Juga : Relevansi pandangan David Cooperrider dengan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Inkuiri Apresiatif dalam Pengelolaan Sumber Daya

Untuk kegiatan belajar mengajar di kelas, Saya cenderung menggunakan metode pembelajaran yang nyata guna menstimulus anak untuk berfikir dan mendapatkan gambaran real akan materi yang disampaikan. Metode ini membuat anak tidak ambigu dalam memahami apa materi yang diberikan. Sebagai contoh ketika Saya memberikan materi tentang pelaku ekomoni dan perannya, maka anak-anak akan bertanya-tanya seperti apa mereka dan kerja nya melakukan apa?. Dalam hal ini metode pembelajaran nyata (Outentic Learning) menjawab tantangan dan memberikan solusinya. Saya mengintegrasikan materi yang dibawakan dengan portal rumah belajar yang didalam nya menyediakan fitur sumber belajar yang mudah diakses dan dibagikan ke anak-anak. Anak-anak menjadi senang dan menarik perhatian mereka serta memunculkan motivasi intrinsik pada diri anak untuk cinta terhadap belajar. Kekuatan sebenarnya dari pembelajaran otentik adalah kemampuan untuk secara aktif melibatkan siswa dan menyentuh motivasi intrinsik mereka (Mehlinger, 1995).

Ciri-ciri pembelajaran otentik :

•  Belajar berpusat pada tugas-tugas otentik yang menggugah rasa ingin tahu siswa. Tugas otentik berupa pemecahan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan siswa.

•  Siswa terlibat dalam kegiatan menggali dan menyelidiki.

•  Belajar bersifat interdisipliner.

•  Belajar terkait erat dengan dunia di luar dinding ruang kelas.

•  Siswa mengerjakan tugas rumit yang melibatkan kecakapan berpikir tingkat tinggi, seperti  menganalisis, mensintesis, merancang, mengolah dan mengevaluasi informasi.

•  Siswa menghasilkan produk yang dapat dibagikan kepada audiens di luar kelas.

•  Belajar bersifat aktif dan digerakkan oleh siswa sendiri, sedangkan guru, orangtua, dan narasumber bersifat membantu atau mengarahkan;

•  Guru menerapkan pemberian topangan (scaffolding), yaitu memberikan bantuan seperlunya saja dan membiarkan siswa bekerja secara bebas manakala mereka sanggup melakukannya sendiri.

•  Siswa berkesempatan untuk terlibat dalam wacana dalam masyarakat.

•  Siswa bekerja dengan banyak sumber.

•  Siswa seringkali bekerja bersama dan mempunyai kesempatan luas untuk berdiskusi dalam   rangka memecahkan masalah.

Lucas, Spencer, Claxton (2012: 61) menjelaskan secara lebih rinci prinsip pen-didikan otentik yang mencakup: belajar dengan melihat; belajar dengan meniru; belajar melalui praktik (‘trial and error’); belajar melalui masukan (feedback); belajar melalui percakapan; belajar melalui mengajar dan membantu siswa lain belajar; belajar melalui problem-based activity; belajar melalui proses bertanya (inquiry); belajar melalui berpikir kritis dan menghasilkan pengetahuan; belajar melalui proses mendengarkan, mentraskripsi, dan mengingat; belajar melalui membuat sketsa; belajar melalui proses refleksi; belajar dengan cara meminta bantuan atau pen-jelasan pada orang lain untuk menjawab rasa ingin tahu yang mereka miliki (learning on the fly); belajar melalui pembinaan; belajar dengan cara berkompetisi; belajar dari lingkungan virtual; belajar melalui simulasi dan permainan peran; belajar melalui permainan.

Ekspresi anak yang senang dengan pembelajaran ontentik


Reeves, Herrington, dan Oliver (2002) mengkaji 10 elemen utama pembelajaran otentik, yang meliputi:

1. Relevansi dengan dunia nyata. Sedapat mungkin, pembelajaran otentik harus disesuaikan dengan aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari dan dalam lingkungan profesional dimana mereka akan menerapkan ilmu yang diperoleh. Melalui pembelajaran otentik, siswa difasilitasi untuk belajar konsep, fakta, serta konteks keilmuan dan sosial dari bidang yang mereka pelajari.

2. Pendekatan multi-interpretasi. Siswa dilatih untuk menyelesaikan permasalahan yang tidak dapat dipecahkan dengan rumus tertentu, melainkan melalui interpretasi personal mereka. Melalui cara ini, siswa akan belajar mengidentifikasi cara-cara yang dapat mereka aplikasikan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru.

3. Investigasi yang berkelanjutan. Dalam pembelajaran otentik, tugas yang diberikan kepada siswa cenderung kompleks sehingga alokasi waktu dan bahan pembelajaran yang dibutuhkan siswa harus diper-siapkan dengan baik.

4. Bahan pembelajaran dan cara pandang yang variatif. Dalam mempelajari dan menganalisa berbagai sumber belajar yang mereka guna-kan, siswa akan belajar memilah informasi yang relevan dan irelevan dengan tugas yang mereka kerjakan. Karena guru tidak menetapkan satu referensi khusus dan siswa berhak memilih beberapa referensi sesuai dengan definisi kebutuhan mereka, siswa akan belajar mengenai berbagai cara pandang terhadap suatu teori atau cara penyelesaian masalah.

5. Kolaborasi. Kerja sama antar siswa merupakan elemen penting dalam pembelajaran otentik.

6. Refleksi pembelajaran. Siswa diharapkan untuk dapat melakukan refleksi terhadap pembelajaran secara pribadi maupun berkelompok.

7. Cara pandang multidisipliner. Tidak hanya mengacu pada satu bidang ilmu, pembelajaran otentik dapat dikaitkan dengan bidang ilmu lain. Untuk itu, siswa perlu dibimbing untuk berpikir secara multidisipliner.

8. Penilaian yang terintegrasi.

9. Pembelajaran berorientasi produk. Dalam pembelajaran otentik, siswa tidak hanya diharapkan untuk dapat menyimpulkan materi yang telah mereka pelajari tetapi juga menghasilkan produk yang relevan dengan materi tersebut.

10. Pembelajaran menghasilkan multiinterpretasi dan multi capaian. Dalam mengkaji suatu masalah atau menyelesaikan suatu kegiatan, siswa dibimbing untuk memberikan respon yang objektif melalui jawaban yang bersifat terbuka.

Pembelajaran otentik ini sangat baik diterapkan kepada siswa dan akan membuat siswa senang serta asik dalam pembelajaran. Manfaatkan sebaik mungkin portal rumah belajar yang disediakan secara gratis oleh pemerintah dan berikan pemahaman pembelajaran kepada siswa secara real. Jangan takut untuk menciptakan kelas yang menyenangkan untuk siswa. Belajar otentik merupakan pendekatan pedagogis yang memungkinkan  siswa untuk mengeksplorasi, berdiskusi, dan penuh arti membentuk konsep dan hubungan dalam konteks yang melibatkan dunia nyata masalah dan proyek-proyek yang relevan dengan peserta didik.


Referensi Artikel

Sumber : Sistem Pendidikan Vokasi di Inggris Oleh Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London 2018

http://eksis.ditpsmk.net/artikel/pembelajaran-dan-penilaian-otentik-dalam-pendidikan-vokasi

https://www.msyarifah.my.id/metode-pembelajaran-otentik-outentic-learning/





Share:

LANGKAH PERTAMA SETELAH SAH MENJADI SRB TAHUN 2021

Tentunya suatu kebahagiaan bisa dipercaya menjadi Sahabat Rumah Belajar untuk tahun 2021 bersama dengan 29 SRB lainnya yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Menjadi SRB (Sahabat Rumah Belajar) tentunya mempunyai tugas dan tanggung jawab yang dimana berbagi dan berkolaborasi membumikan Portal Rumah Belajar. Nah pada hari ini tepatnya tanggal 03 November 2021 pukul 13.31-15.30 Saya beserta rekan SRB dari kelompok 4 telah berkolaborasi dan berbagi bersama para audiens yang berasal dari guru/tenaga kependidikan serta peserta didik. 

suasana webinar PAKKEMA RUMBEL

Langkah pertama ini tentunya akan berlanjut dengan langkah-langkah selanjutnya dan seterusnya. Pada akhirnya berbagi dan berkolaborasi itu menyenangkan dan juga membuat kita bertambah ilmu dan juga relasi pertemanan. Saya tidak merasa ilmu ini hanya untuk Saya saja tapi lebih dari pada itu ini ilmu yang harus dibagikan dan juga harus di kolaborasikan agar portal rumah belajar lebih dikenal masyarakat umum dan di hati para peserta didik.

Ada pun berikut suasana webinar hari ini :













Baca Juga :  YES !!!!! BERHASIL MASUK KE LEVEL 2


Dan langkah pertama melakukan webinar hari ini berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala yang berarti yang dihadapi, audiens dan juga pemateri serta moderator yang sangat mampu menghidupkan suasana sehingga waktu yang 2 jam tidak terasa dan terasa berlalu begitu cepat. 

untuk para pembaca blog SIR FAUJI ditunggu dan nantikanlah webinar-webinar selanjutnya dan jangan lupa untuk selalu tinggalkan komentar di kolom komentar setelah berkunjung di blog ini.
Salam rumah belajar, Belajar dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan siapa saja.
Salam dan bahagia serta jangan lupa jaga kesehatan ya..........


Share:

KENAL LEBIH DEKAT BERSAMA 30 SRB 2021 PROVINSI SUMATERA UTARA

Ayok kita berkenalan dan mengenali seperti apa wajah-wajah 30 Besar Sahabat Rumah Belajar 2021. Mungkin kamu akan terinspirasi untuk menjadi NEXT SRB TAHUN 2022 dan nantikan siapa yang akan menjadi DUTA RUMAH BELAJAR PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2021.

                               Vidio ini hasil karya Eunike Hanna (SRB 2021) dari Labuhan Batu










Share:

BERKOLABORASI BERBAGI BERSAMA RUMAH BELAJAR EPISODE 1

01 November 2021, setelah kegiatan Coaching bersama para instruktur dan juga para duta selesai, maka malam nya berlanjut dengan kegiatan  pelaksanaan aksi nyata yang akan dilakukan sesuai dengan action plan kelompok diawal yaitu tanggal 03 November 2021. Vicon pun berlangsung pada pukul 21.00 WIB dengan semangat dan antusias semua anggota kelompok 4 memberikan masukan dan saran apa-apa saja yang akan dilakukan dan akan di kerjakan. Saya mendapat bagian sebagai Pemateri di awal atau Pemateri pertama yang nantinya berlanjut dengan Pemateri yang kedua dan yang ke tiga. 

Suatu kebahagiaan tersendiri bagi Saya ketika diberikan kesempatan untuk berperan yang dimana Saya juga suka berbagi dan menginspirasi. Saya sudah memikirkan akan menyampaikan materi apa, karena sebelumnya Saya juga sudah mempersiapkan bahan untuk presentasi kepada guru-guru di sekolah Saya (SMA Swasta PAB 11 Lubuk Pakam). Adapun materi yang akan Saya bawakan berjudul "MELEK TEKNOLOGI BERSAMA RUMAH BELAJAR". 


Saya yakin dan percaya, ketika dalam aksi nyata nantinya tidak akan menghadapi kendala yang berarti dikarenakan para Sahabat Rumah Belajar di kelompok 4 ini sangatlah bagus-bagus dan sangatlah berpengalaman dalam hal webinar maupun dalam hal sebagai pemateri. Latar belakang dan pengalaman terlihat dari pembawaan diri para Sahabat Rumah Belajar kelompok 4 yang tenang dan tidak ada rasa khawatir. Harapannya semoga kegiatan di tanggal 03 November berjalan dengan lancar dan bermanfaat ilmu yang disampaikan serta semua audiens merasa senang gembira.

Baca JugaAlasan Mengikuti PEMBATIK

persiapan webinar 03 November 2021


Adapun para Sahabat Rumah belajar yang ada di kelompok 4 diantaranya  Bapak Awal Dalimunthe (Sibolga), Ibu Harisdayani (Binjai), Bu Lindon Riris Siregar (Humbang Hasundutan), Muhammad Fauji (Deli Serdang), Bu Siska Apulina (Deli Serdang), Pak Taufiq (Labuhan Batu)

Dan semuanya berasal juga dari jenjang mengajar yang berbeda-beda, seperti Pak Taufiq guru SD, Bu Haris, Bu Siska dan Pak Awal mengajar di jenjang SMP, Saya sendiri mengajar di jenjang SMA dan Bu Lindon mengajar di jenjang SMK.

Entah secara kebetulan atau tidak intinya kami semua berada dari latar belakang yang berbeda, dari wilayah yang berbeda dan juga dari jenjang sekolah yang berbeda. Semua menjadi satu dan berkolaborasi.

Share:

YAKIN !!!! SAYA MASUK LEVEL 4

Pada waktu itu di Level 3 jumlah peserta pada gelombang atau kelompok Sumatera Utara dan Riau (digabung) berjumlah 538 Peserta dan yang akan diambil untuk masuk ke Level 4 hanya 30 Peserta terbaik (Penilaian tertinggi). Tentunya Saya sudah percaya diri dan yakin dengan sangat akan masuk. MPI Saya sangat keren dan bisa diputar dengan baik. 

Dan terbukti ketika tanggal 21 Oktober diumumkanlah siapa-siapa saja peserta yang bakalan masuk dan berhak mendapatkan rompi kebesaran dan kebanggaan Sahabat Rumah Belajar. Senang dan bangga juga bisa berprestasi di tingkat Nasional  dan pada moment ini Saya akan memberikan yang terbaik dan semaksimal mungkin untuk bisa memperoleh gelar DUTA RUMAH BELAJAR PROV SUMATERA UTARA. Saya tidak pernah menganggap ada nya persaingan di 30 besar ini. Saya hanya fokus pada diri sendiri dan fokus dalam pengerjaan tugas-tugas yang diberikan. 

Menjadi Sahabat Rumah Belajar saja menurut Saya sudah sesuatu dan kalau rezeki menjadi yang nomor satu "Alhamdulillah". Intinya selalu berikan yang terbaik dan serahkan hasilnya hanya kepada Allah SWT. 

Sahabat Rumah Belajar Prov Sumut

Jika nantinya Saya terpilih Saya akan melek kan guru-guru Saya terutama dengan teknologi dan Saya akan menebarkan ilmu yang Saya punya ke seluruh Guru yang ada di Sumatera Utara dengan media dan sarana prasarana yang tersedia.  


Share:

LEVEL 3 YANG DITAKUTKAN

Pengumuman Level 2 keluar dan Saya tidak menyangka masuk ke level 3. Saya mulai eksplore modulnya dan mempelajari satu per satu kegiatan belajarnya. Adapun materi modul yang ada di LMS Simpatiknya diantaranya : 

Modul 10 : Media Pembelajaran Berteknologi Digital

  • Kegiatan Belajar 1. Menyiapkan Pembelajaran dengan Media Berteknologi Digital
  • Kegiatan Belajar 2. Jenis Media Pembelajaran Berteknologi Digital
  • Kegiatan Belajar 3. Menerapkan Pembelajaran Dengan Media Berteknologi Digital 

MODUL 11 : PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

  • Kegiatan Belajar 1 : Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif
  • Kegiatan Belajar 2 : Pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif

MODUL 12 : INOVASI PEMBELAJARAN MEMANFAATKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF

  • Kegiatan Belajar 1 : Mengintegrasikan beragam teknologi dalam pengembangan konten multimedia interaktif 
  • Kegiatan Belajar 2 : Menerapkan Inovasi Pembelajaran Memanfaatkan Multimedia Interaktif 

dan untuk penugasannya yaitu :
PENUGASAN PEMBATIK 2021 LEVEL 3

Selamat kepada Sahabat semua, peserta PembaTIK 2021 hebat yang telah menyelesaikan mempelajari modul di Level 3 ini.

Pada tugas akhir level 3, Sahabat diminta untuk membuat konten pembelajaran berupa Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dengan syarat konten yang dikembangkan mengacu pada standar konten Rumah Belajar. (https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Content/List/TermAndCondition). 

Bagi peserta yang belum mengunggah Tugas video pembelajaran/tugas akhir level 2 diwajibkan mengunggah ke https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/  Sertakan tangkapan layar (screenshot) bukti hasil unggahan video tugas PembaTIK Level 2 dan tautan video yang sudah diunggah di sumber belajar di kelas masing-masing.

Perhatikan dengan baik kriteria konten MPI berikut ini:

  1. Mencantumkan topik/judul, sasaran dan tujuan pembelajaran.
  2. Topik yang dipilih dianjurkan adalah topik yang belum ada atau belum banyak ada di sumber belajar. Silahkan cek di https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/
  3. Mengandung unsur pembelajaran (pendahuluan, uraian materi, latihan dan atau tes)
  4. Maksimal mempunyai 3 indikator
  5. Cantumkan sumber referensi untuk penggunaan materi (minimal 3 sumber referensi), grafis, foto, quotes, backsound, dll. .
  6. Dalam format HTML 5 (tidak diperkenankan ada file .SWF)
  7. Karya harus Responsive (komputer, Handphone, dan Tablet)
  8. Kualitas layar (resolusi) = 1280 x 720 pixel
  9. Ukuran maksimal total file = 300 MB
  10. Menyertakan gambar cover sebagai display (thumbnail) yang sesuai dengan isi konten.
  11. Unggah karya MPI ke https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/ sesuai petunjuk infografis di bawah ini
Dan pada waktu itu Saya sempat bingung dan harus bagaimana untuk penyelesaian tagihannya. Seribu tanda tanya bergantung di kepala dan harus membuat apa. Mulai bertanya dan diarahkan untuk menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3. Saya mulai mencoba download dan hasilnya zonk, laptop Saya tidak support untuk Aplikasi seberat itu. Makin kebingungan dan mencari alternatif yaitu mendownload yang Articulate Storyline ke 2 dan alhamdulillah bisa dan Saya mulai mengeksplore tutorialnya di Youtube dan menemukan serta bangga dengan hasilnya yang sangat baik dan bisa diputar. 
Berikut Tampakan gambar hasil Media Pembelajaran Interaktif punya Saya

contoh gambar Aplikasinya.



















Dan pada waktu itu Saya sangat yakin Saya akan lulus karana dalam pengerjaan tugas ini Saya tidak mengalami kendala yang berarti, semua berjalan dengan lancar. 
Share:

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (Pembatik) Level 4

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (Pembatik) Level 4
BERBAGI DAN BERKOLABORASI BELAJAR BERSAMA RUMAH BELAJAR

WEBINAR RUMAH BELAJAR

WEBINAR RUMAH BELAJAR
BERGERAK MAJU BERSAMA RUMAH BELAJAR 04 NOV 2021 PKL 14.00-16.00

WEBINAR PAKKEMA RUMBEL

WEBINAR PAKKEMA RUMBEL
JANGAN LUPA SAHABAT 03 NOVEMBER 2021 PUKUL 13.30-15.30

Logo Pembatik

Logo Pembatik
Level 4 Pasti Bisa ditaklukkan

KELOMPOK 4 SRB TAHUN 2021

KELOMPOK 4 SRB TAHUN 2021
PAKKEMA RUMBEL (Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan Bersama Rumah Belajar)

SIR FAUJI-Sahabat Rumah Belajar

SIR FAUJI-Sahabat Rumah Belajar
Download segera Aolikasi Rumah Belajar di play store dan daftar dengan akun belajar.id

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Mengenai Saya

Foto saya
Muhammad Fauji
Saya adalah sosok pribadi yang ramah, terbuka dan suka sekali bersosialisasi. Menurut Saya ketika kita bersosialisasi dan bertemu banyak orang serta banyak bertanya maka kita akan mendapatkan hal-hal yang baru, pengalaman baru, ilmu yang baru serta memperbanyak teman. Dengan karakter Saya yang seperti itu Saya semakin luas dalam berfikir dan melihat sesuatu. Bagi Saya tidak ada kata rugi jika kita perbanyak pertemanan dan persaudaraan