Tampilkan postingan dengan label LEVEL 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEVEL 4. Tampilkan semua postingan

Media Publikasi Karya Tulis

 Strategi Publikasi Karya Tulis

Sahabat Rumah Belajar, jika kita sudah menulis artikel yang akan kita publikasikan, maka sebagai tahap final adalah mempublikasikannya. Media publikasi artikel populer dan ilmiah populer biasanya dipilih melalui media massa cetak maupun online, web, atau dapat juga melalui blog resmi lembaga. Sedangkan karya tulis ilmiah (KTI) biasanya dipublikasikan dalam format buku ilmiah, bunga rampai, majalah/jurnal ilmiah, maupun prosiding.

Pemilihan Media Publikasi Karya Tulis

1. Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah sering pula disebut jurnal akademik. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai ’”scientific journal’“atau “academic journal”. Jurnal akademik dapat dideskripsikan sebagai kumpulan artikel ilmiah yang dipublikasikan secara reguler dalam rangka mendiseminasi hasil penelitian.

Hasil penelitian yang didiseminasikan sering kali menantang asumsi umum yang beredar di kalangan publik atau menantang (kritik) temuan penelitian sebelumnya. Bisa pula hasil diseminasi menampilkan data baru dalam literatur akademik.

Jurnal akademik selalu bersifat spesifik, artinya ditulis dalam perspektif disiplin dan subdisiplin ilmu tertentu. Dengan kata lain, merepresentasikan spesialisasi bidang ilmu pengetahuan tertentu. Sebagai contoh, jurnal TEKNODIK, yang dapat diakses melalui https://jurnalteknodik.kemdikbud.go.id/ merupakan jurnal akademik dalam bidang teknologi pembelajaran.

2. Blog

Blog sudah sangat familiar di kalangan pengguna internet terutama yang aktif berselancar mencari berbagai informasi di dunia maya. Walau begitu, tak sedikit yang ternyata masih bingung ketika ditanya apa itu blog. Blog sebagai wadah untuk menyebarkan berbagai informasi berupa postingan yang meliputi opini, analisis dan jenis data digital lainnya ke dunia maya secara luas dan berkesinambungan. Cakupan kontennya tidak terbatas, bisa berupa teks, gambar, video maupun format grafis yang rumit sekalipun.

Dilihat dari skalanya, blog bisa dikatakan sebagai bentuk lain dari website atau situs namun dengan wujud yang lebih kecil, lebih minimalis, murah bahkan gratis. Hal itu dipengaruhi oleh individu-individu yang menggunakannya, cakupan konten dan tujuan pembuatannya. Di awal-awal popularitasnya, blog memang lebih banyak digunakan oleh perorangan atau sekelompok kecil orang dengan minat yang sama. Itu sebabnya, sebagian besar tulisan-tulisan yang dihasilkan mengulas topik tertentu yang menjadi minat penggunanya. Bahkan tak sedikit yang hanya mengulas relung-relung yang sangat sempit, misalnya blog tentang kegemaran fotografi, hiking, beladiri tertentu dan lain-lain.

3. Website Lembaga

Website adalah sebuah kumpulan halaman pada suatu domain di internet yang dibuat dengan tujuan tertentu dan saling berhubungan serta dapat diakses secara luas melalui halaman depan (home page) menggunakan sebuah browser melalui URL website. Website pertama kali dibuat oleh Tim Berners-Lee pada akhir 1980an dan baru resmi online pada tahun 1991. Tujuan awal Tim Berners-Lee membuat sebuah website adalah supaya lebih memudahkan para peneliti di tempatnya bekerja ketika akan bertukar atau melakukan perubahan informasi. Website merupakan media untuk menampilkan informasi. Awal kemunculannya, informasi yang ditampilkan pada website hanya berupa tulisan. Saat ini berbagai jenis website dapat kita temukan dengan mudah, tidak hanya menampilkan informasi berupa tulisan saja, tetapi lebih beragam jenis medianya.

Salah satu contoh website Lembaga adalah http://pusdatin.kemdikbud.go.id/, pada laman ini terdapat berbagai informasi public yang dibagikan mulai dari pemberitaan aktivitas Lembaga, kebijakan, hingga artikel populer dan populer ilmiah. Seperti artikel berikut Pembelajaran Kolaboratif Di Era dan Pasca Pandemi Mengapa Tidak.

4. Majalah/Buletin

Salah satu contoh majalah yang dapat menjadi referensi maupun media publikasi karya tulis adalah Majalah Jendela Kemendikbud, jendela.kemdikbud.go.id/, Median LPMP Jawa Timur, https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/, dan sebagainya. Proses publikasi artikel melalui majalah atau buletin internal juga mengikuti ketentuan pengelola masing-masing, ada yang secara terbuka menerima kontribusi artikel dari berbagai pihak namun ada juga yang tertutup.

5. Media Massa Cetak/ Online

Publikasi artikel karya tulis baik populer, ilmiah populer maupun KTI dapat dilakukan juga melalui media massa baik cetak maupun online. Banyak sekali media massa yang memiliki rubrik terbuka di bidang pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan tenaga kependidikan untuk mempublikasikan hasil kajian dan gagasannya tentang praktik baik belajar dan pembelajaran, khususnya terkait implementasi merdeka belajar berbasis pemanfaatan rumah belajar dan sumber belajar lainnya. 



Share:

Penulisan Karya Tulis Ilmiah

 Pengertian dan Karakteristik Karya Tulis Ilmiah

Dalam upaya peningkatan komtetensi profesional guru, maka pada kegiatan belajar 2 ini Sahabat Rumah Belajar akan mempelajari tentang Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), meliputi materi tentang Pengertian dan Karakteristik Karya Tulis Ilmiah, serta Tahapan dan Sistematika Karya Tulis Ilmiah. Sebelum masuk ke uraian materi, ada baiknya Sahabat Rumah Belajar mempelajari terlebih dahulu video tentang: “Teknik Penulisan Karya Ilmiah” di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=XSLyprqSiPM

Sahabat Rumah Belajar realitanya menulis artikel ilmiah merupakan aktivitas yang tidak dapat dihindarkan dari rangkaian aktivitas guru era digital sekarang ini. Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dan kompetensi profesional, guru harus memiliki kompetensi dan kemahiran dalam menulis artikel ilmiah, terutama yang siap dipublikasikan atau diterbitkan di jurnal/majalah ilmiah.

Apa karya ilmiah atau karya tulis ilmiah atau artikel ilmiah itu? Karya tulis ilmiah yang selanjutnya disingkat KTI atau artikel ilmiah adalah tulisan hasil litbang (penelitian) dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah (LIPI, 2012). Sedangkan jurnal atau berkala ilmiah atau majalah ilmiah yang selanjutnya disebut sebagai jurnal adalah bentuk terbitan yang berfungsi meregistrasi kegiatan kecendekiaan, menyertifikasi hasil kegiatan yang memenuhi persyaratan ilmiah minimum, mendiseminasikannya secara meluas kepada khalayak ramai, dan mengarsipkan semua temuan hasil kegiatan kecendekiaan ilmuwan yang dimuatnya (Dikti, 2014). Oleh karena itu, fungsi jurnal ilmiah adalah: 1) meregistrasi hasil kegiatan kecendekiaan seseorang; 2) menyertifikasi hasil kegiatan kecendekiaan yang memenuhi persyaratan ilmiah minimum; 3) mendiseminasikan secara meluas karya kecendekiaan itu kepada khalayak ramai, dan 4) mengarsipkan atas semua temuan hasil kegiatan kecendekian ilmuwan yang dimuatnya.

Karakteristik Karya Tulis Ilmiah

Penulisan KTI mengikuti prinsip-prinsip kaidah ilmiah. Apa kaidah ilmiah itu? Kaidah ilmiah adalah aturan baku dan berlaku umum yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kaidah KTI terdiri atas karakteristik atau sifat-sifat berikut: 1) logis, berarti kerunutan penjelasan dari data dan informasi yang masuk ke dalam logika pemikiran kebenaran ilmu; 2) obyektif, berarti data dan informasi sesuai dengan fakta sebenarnya; 3) sistematis, berarti sumber data dan informasi yang diperoleh dari hasil kajian dengan mengikuti urutan pola pikir yang sistematis atau litbang yang konsisten/berkelanjutan; 4) andal, berarti data dan informasi yang telah teruji dan sahih serta masih memungkinkan untuk terus dikaji ulang; 5) desain, berarti terencanakan dan memiliki rancangan; dan 6) akumulatif, berarti kumpulan dari berbagai sumber yang diakui kebenaran dan keberadaannya serta memberikan kontribusi bagi khasanah iptek yang sedang berkembang (LIPI, 2012).

Tahapan dan Sistematika

Sahabat Rumah Belajar bagaimana pun juga menulis artikel ilmiah terlebih untuk kepentingan publikasi merupakan sebuah proses yang membutuhkan tahapan dan latihan yang intensif. Mengapa demikian? Artikel ilmiah memiliki kriteria-kriteria yang berbeda dengan jenis tulisan yang lain. Kriteria-kriterianya antara lain: berangkat dari kajian terhadap masalah, adanya fakta empiris, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip-prinsip analisis, menggunakan hipotesis, menggunakan ukuran objektif, serta menggunakan teknik kuantitatif/kualitatif. Selain itu, untuk memenuhi artikel ilmiah dengan kualifikasi baik, Sahabat Rumah Belajar harus memiliki pengetahuan (knowledge), keberanian (courage), pengalaman (experience), dan inspirasi (inspiration) (Suyanto dan Jihad, 2014:28).

Bagaimana tahapan atau langkah-langkah menulis KTI? Adapun langkah-langkah dalam menulis KTI terdiri dari Tahap persiapan menulis, tahap penulisan dan tahap publikasi.

Sahabat Rumah Belajar sebagai guru sebelum menulis KTI atau artikel ilmiah ini ada prasyarat mutlak yang harus tersedia, yaitu adanya laporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang sudah: 1) dirancang dan dilakukan dengan baik; serta 2) diolah dan dianalisis dengan baik.



Share:

Penulisan Artikel Populer dan Ilmiah Populer

 Merdeka Belajar, Pemanfaatan Rumah Belajar, dan Sumber Belajar Lainnya

Merdeka belajar adalah program kebijakan pendidikan yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya belajar dan berinovasi pada siswa, diharapkan para siswa ini nantinya dapat banyak bertanya, banyak mencoba, serta memiliki banyak karya.

Pemanfaatan Rumah Belajar dan sumber belajar lainnya sangat relevan mendukung ketercapaian program merdeka belajar. Fitur–fitur dan konten rumah belajar maupun sumber belajar lainnya dapat dimanfaatkan melalui praktik berbagai model pembelajaran inovatif yang mendorong kreasi, inovasi, dan budaya belajar berpusat pada murid. Praktik–praktik baik terkait pemanfaatan rumah belajar, didukung sumber belajar lainnya, seperti TV Edukasi, Suara Edukasi, dan sebagainya. Inovasi pembelajaran berbasis pemanfaatan Rumah Belajar perlu didifusikan seluas-luasnya, salah satunya melalui publikasi karya tulis. Semakin banyak publikasi yang dihasilkan oleh para guru peserta Pembatik, diharapkan akan semakin meningkat sosialisasi dan implementasi pemanfaatkan Rumah Belajar maupun sumber belajar lainnya yang tersedia di portal Rumah Belajar.

Pengertian dan Karakteristik Tulisan Populer dan Ilmiah Populer

Sahabat Rumah Belajar, apa itu tulisan populer? Lalu apa bedanya dengan tulisan ilmiah popular? Sebelum lebih jauh mempelajari materi tersebut, mari kita simak video berikut ini mengenai Menulis Artikel Ilmiah Populer.

Simak Vidio Berikut : https://www.youtube.com/watch?v=0mIlEkB7gHk&t=4846s

Tulisan populer adalah tulisan kreatif yang dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat umum. Hasil kreativitas seorang penulis yang disampaikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh sebab itu, tulisan populer harus disampaikan secara menarik dan bersifat persuatif sehingga digemari banyak orang.

Lalu apa bedanya dengan tulisan ilmiah popuker? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), (dalam Tukijo, 2019), artikel adalah karya tulis seperti misalnya laporan, berita atau esai dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Ilmiah Populer, bersifat ilmu, tetapi menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam (tentang artikel, gaya penulisan karya ilmiah).

 Karakteristik Artikel Populer

Karakteristik artikel populer adalah penyampaian pesannya ringan, tidak rumit, dan bersifat hiburan. Wibowo (2006) menyebutkan beberapa karakteristik tulisan populer meliputi:

  • Gagasan, ulasan, atau kritik terhadap suatu persoalan yang ada di tengah–tengah masyarakat.
  • Menyajikan fakta-fakta secara cermat, jujur, netral, dan sistematis
  • Ditulis dengan bahasa populer.
  • Memberikan alternatif solusi.

 Karakteristik Artikel Ilmiah Populer

Karakteristik atau ciri-ciri artikel ilimiah populer menurut Romli (2011), adalah:

  • Opini tentang suatu masalah atau peristiwa disertai fakta empiris dan teori pendukung.
  • Sarana komunikasi antara ilmuwan dan masyarakat (orang awam).
  • Gaya bahasa populer atau bahasa media (bahasa jurnalistik), sederhana, mudah dipahami orang awam, singkat, dan efektif (hemat kata).
  • Ringkasan hasil penelitian, fakta terpenting & penting (model piramida terbalik).
  • Menerjemahkan bahasa IPTEK yang njelimet ke dalam bahasa yang dimengerti secara umum.
  • Mudah dicerna karena berkaitan erat dengan kejadian sehari-hari.
  • Memperkenalkan ilmu atau temuan baru serta mengaitkan dengan kebutuhan masyarakat

Tahapan dan Sistematika

Tahapan dan sistematika artikel popular maupun ilmiah popular secara umum adalah sama. Sebab, perbedaan keduanya bukan pada struktur isi, melainkan pemilihan gaya bahasa dan konten atau materi tulisan.

ilustrasi gambar di ambil dari google.com


Share:

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (Pembatik) Level 4

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (Pembatik) Level 4
BERBAGI DAN BERKOLABORASI BELAJAR BERSAMA RUMAH BELAJAR

WEBINAR RUMAH BELAJAR

WEBINAR RUMAH BELAJAR
BERGERAK MAJU BERSAMA RUMAH BELAJAR 04 NOV 2021 PKL 14.00-16.00

WEBINAR PAKKEMA RUMBEL

WEBINAR PAKKEMA RUMBEL
JANGAN LUPA SAHABAT 03 NOVEMBER 2021 PUKUL 13.30-15.30

Logo Pembatik

Logo Pembatik
Level 4 Pasti Bisa ditaklukkan

KELOMPOK 4 SRB TAHUN 2021

KELOMPOK 4 SRB TAHUN 2021
PAKKEMA RUMBEL (Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan Bersama Rumah Belajar)

SIR FAUJI-Sahabat Rumah Belajar

SIR FAUJI-Sahabat Rumah Belajar
Download segera Aolikasi Rumah Belajar di play store dan daftar dengan akun belajar.id

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Mengenai Saya

Foto saya
Muhammad Fauji
Saya adalah sosok pribadi yang ramah, terbuka dan suka sekali bersosialisasi. Menurut Saya ketika kita bersosialisasi dan bertemu banyak orang serta banyak bertanya maka kita akan mendapatkan hal-hal yang baru, pengalaman baru, ilmu yang baru serta memperbanyak teman. Dengan karakter Saya yang seperti itu Saya semakin luas dalam berfikir dan melihat sesuatu. Bagi Saya tidak ada kata rugi jika kita perbanyak pertemanan dan persaudaraan