Tampilkan postingan dengan label LEVEL 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEVEL 2. Tampilkan semua postingan

Project-based Learning Berbasis Teknologi

Project-based Learning Berbasis Teknologi

Apa itu Project-based Learning

Project-based Learning (PBL) diyakini banyak peneliti sebagai sebuah  metode pembelajaran yang dapat membekali siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan pada abad 21 ini. PBL memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkolaborasi, kreatif, berkomunikasi dengan teman-temannya dan berpikir kritis. Aktivitas bersama dalam kelompok ketika menyelesaikan proyek ini diyakini dapat memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh sehingga kompetensi tersebut diatas dapat terbangun. Namun, sebelum lebih jauh, bisakah sahabat menjelaskan dengan bahasa sendiri apa itu Project-based Learning? Apa saja tantangan yang dapat dihadapi guru ketika menerapkan PBL? Bagaimana menerapkan PBL di kelas? dan Bagaimana cara efektif mengelola PBL secara online? Sahabat Rumah Belajar dapat menuliskan jawaban awal dari pertanyaan diatas sebelum kita melanjutkan pembahasan tentang PBL.

Sahabat juga bisa simak video berikut ini agar mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam tentang PBL.

https://www.youtube.com/watch?v=geeoy3BMmE0

PBL dapat dipahami melalui poin-poin sebagai berikut :

  • Belajar melalui pengerjaan proyek
  • Proyek dijadikan kendaraan untuk mengumpulkan pengetahuan pokok dan memperoleh kompetensi yang dibutuhkan oleh siswa
  • Proyek dibingkai dengan kurikulum
  • Tidak hanya meminta siswa untuk mengumpulkan informasi, tetapi juga berkolaborasi, komunikasi, merancang dan presentasi

Nah, bisakah Sahabat menuliskan definisi sendiri tentang apa itu PBL? Pada modul 8, Kegiatan Belajar 3, Sahabat dapat menuliskan pada kolom yang disediakan tentang apa definisi PBL menggunakan bahasa sahabat sendiri

ilustrasi gambar


Manfaat Project-based Learning

PBL diyakini memiliki manfaat yang banyak baik untuk siswa maupun guru. Aktivitas belajar yang menyeluruh mulai dari tahapan persiapan sampai evaluasi, memberikan pengalaman belajar yang lebih baik kepada siswa. Berikut ini adalah manfaat PBL yang dapat dirasakan oleh guru dan siswa:

  • Siswa lebih terikat dengan apa yang sedang mereka pelajari. 
  • PBL membantu siswa untuk merancang pembelajaran mereka sendiri
  • Mengajarkan beragam keterampilan. 
  • Guru dapat melakukan penilaian pada banyak aspek
  • Mengakomodir gaya belajar siswa yang beragam
  • Siswa belajar project management

Selain manfaat diatas, bisakah sahabat menuliskan apalagi manfaat dari PBL yang mungkin sudah pernah cobakan dikelas yang sahabat ampu? Mari tuliskan jawaban sahabat dibawah ini:

Tahapan Project-based Learning

Para sahabat dapat melaksanakan PBL di kelas dengan mengikuti langkah sebagai berikut :

Langkah pertama dimulai dengan menentukan pertanyaan mendasar. Setelah pertanyaan dirumuskan, siswa di bawah bimbingan guru mendesain perencanaan proyek. Kemudian, mereka bersama-sama menyusun jadwal pelaksanaan proyek tersebut. Salah satu yang membedakan PBL dengan model pembelajaran lainnya adalah adanya proses memonitor perkembangan kemajuan. Pada tahapan ini, siswa diharapkan belajar dari progress yang sudah dibuat. Mereka diharapkan mampu mengidentifikasi apa yang sudah berjalan baik dan kendala yang sedang dihadapi. Berikutnya adalah menguji proses dan hasil belajar. Pada tahapan ini, siswa diminta untuk mempresentasikan apa yang sudah dikerjakan. Tahapan akhir dari PBL adalah mengevaluasi pengalaman belajar siswa. Pada tahapan ini, siswa diminta untuk merefleksikan pengalaman belajar mereka selama mengerjakan proyek.

Bagaimana sahabat? Sudah siap untuk mengerjakan proyek bersama siswa nya?

Merencanakan Project-based Learning

Perencanaan sebuat PBL pada kelas sahabat dapat menyita banyak waktu. Namun, jika sahabat dapat menggunakan instrumen perencanaan yang tepat maka dapat menghemat waktu sahabat sebagai guru. Salah satu instrumen yang dapat sahabat gunakan adalah instrument yang sudah disediakan oleh edutopia.org/stw-pbl-resources. Pada rubrik tersebut, sahabat dapat merencanakan PBL mulai dengan mengidentifikasi persiapan dan bahan apa saja yang sudah tersedia, pertanyaan mendasar sampai kepada bagaimana sahabat akan mengevaluasinya.

Tahapan dimulai dengan menentukan Kompetensi Dasar yang akan dicapai pada proyek ini. Selanjutnya sahabat dapat mengidentifikasi aspek-aspek lainnya pada PBL. Instrumen yang sudah diadaptasi dari edutopia.org/stw-pbl-resources tersebut dapat sahabat temukan pada link berikut: Rubrik Perencanaan PBL. Silahkan sahabat gunakan instrument tersebut untuk merencanakan pembelajaran berbasis proyek di kelas yang sahabat ampu.

Share:

Pengelolaan Kelas Untuk Pembelajaran Kolaboratif

Siapa yang membelajarkan tanpa mengelola kelas atau pembelajarannya? Mungkinkah? Pengelolaan kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan (Ahmad, 2004). Pengelolaan kelas merupakan usaha sadar, untuk mengatur kegiatan proses pembelajaran secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada persiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi/ kondisi proses pembelajaran dan pengaturan  waktu, sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.

Sebagai sesuatu yang perlu direncanakan, pengelolaan kelas memiliki elemen atau komponen kunci. Silakan amati video pada tautan berikut ini!

https://www.youtube.com/watch?v=T8H4kf_Ghi0

ilustrasi gambar


Pengetahuan dan pemahaman Sahabat terkait perangkat TIK menjadi bekal untuk dapat menentukan ketepatan penggunaannya dalam pembelajaran yang Sahabat kelola. Artinya, hal sia-sia atau kemubaziran dalam penggunaan TIK dapat diminimalisir. Gaung pemanfaatan TIK untuk pembelajaran tidak lantas menjadikan Sahabat latah untuk mewarnai semua proses pembelajaran dengan TIK. Kebijakan dan ketepatan dalam memilih dan memilah perangkat TIK yang sesuai untuk materi tertentu menjadi kunci efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran Sahabat.

Pengelolaan kelas yang tepat akan memberikan dampak positif, diantaranya:

  • memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi guru untuk memfasilitasi proses belajar berpusat pada siswa.
  • menciptakan situasi belajar yang menyenangkan bagi siswa untuk berada di dalam komunitas kelas tersebut.
  • memberikan rasa nyaman bagi siswa untuk berada di dalamnya dan melakukan aktivitas pembelajaran.

 Selamat mengelola kelas Sahabat menjadi lebih baik, aktif, kolaboratif, konstruktif, efektif dan atraktif!

Pengelolaan Lab Komputer dalam Pembelajaran

Salah satu komponen yang sangat menentukan  dalam upaya optimalisasi TIK sebagai alat bantu pembelajaran adalah keberadaan Laboratorium Komputer.  Laboratorium komputer, sebagaimana yang diatur dalam Permendiknas No 24 Tahun 2007 tentang stSahabatr sarana dan prasarana sekolah, berfungsi sebagai tempat mengembangkan  keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. 

Keputusan untuk memanfaatkan lab komputer sebagai lingkungan belajar perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti: karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, aktivitas pendukung pembelajaran, strategi penilaian, serta budaya yang sudah ada/ terbangun di lingkungan Sahabat. Informasi terkait hal tersebut menjadi penting diidentifikasi, agar optimalisasi potensi lab komputer dapat dilakukan. Informasi itu pulalah yang akan menentukan model pengelolaan lab komputer dalam pembelajaran Sahabat.

Mengingat pentingnya peranan laboratorium komputer dalam mengembangkan keterampilan TIK dan  dalam akselerasi proses pembelajaran, maka perlu dilakukan upaya manajemen laboratorium komputer yang baik untuk mendukung  peran dan fungsi laboratorium secara optimal. Beberapa komponen yang harus direncanakan dan dikelola  antara lain: tata ruang, alat dan bahan, serta program/ aktivitas pembelajaran. Untuk itu, dalam melakukannya perlu sinergi dari berbagai pihak  (guru rekan sejawat  atau tenaga kependidikan).

Share:

Pemanfaatan Kelas Maya Rumah Belajar untuk Pengelolaan Pembelajaran

Sahabat Rumah Belajar, salah satu tugas Pusdatin Kemendikbud dalam rangka untuk melaksanakan pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dan kebudayaan adalah dengan menyediakan sebuah Portal Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar ini merupakan salah satu usaha untuk memfasilitasi proses pembelajaran melalui media jaringan atau secara online (Kurniawan, 2017). Portal Rumah Belajar menyediakan konten-konten multimedia pembelajaran sebagai sumber belajar dan fasilitas pembelajaran jarak jauh secara online melalui fitur Kelas Maya. Kelas Maya di Rumah Belajar merupakan sebuah learning management system (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran dalam jaringan (online) antara peserta didik dan pendidik kapan saja, dimana saja. Sebelum lebih jauh membahas tentang Kelas Maya Rumah Belajar, mari kita sejenak mengenal lebih dahulu tentang LMS.

Sekilas Tentang LMS 

Sahabat Rumah Belajar, apakah sebelumnya Anda pernah mengetahui istilah Learning Management System (LMS)? Istilah LMS kembali bergaung belakangan ini semenjak maraknya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi COVID-19. Lalu, apa pengertian Learning Management System? Apa manfaatnya? Apa saja fitur-fiturnya? Apa kelebihan serta kekurangannya? Mari kita ulas lebih jauh dalam Kegiatan Belajar 1 ini. Jika diperhatikan, metode belajar yang satu ini berkaitan dengan pembuatan silabus belajar, mengelola dan menyajikan materi pembelajaran secara online. Sistem yang juga disebut e-learning ini, dirancang khusus untuk memudahkan para guru selama pembelajaran jarak jauh. Namun demikian, informasi terkait Learning Management System masih sangat minim, sehingga masih banyak guru yang belum mengetahui tentang LMS.

ilustrasi gambar


Pengertian LMS. Secara umum, pengertian Learning Management System (LMS) adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian konten pembelajaran.

LMS dapat membantu para guru dalam merencanakan dan membuat silabus, mengelola bahan pembelajaran, mengelola aktivitas belajar para siswa, mengelola nilai, merekapitulasi absensi para siswa, menampilkan transkrip nilai, dan mengelola tampilan e-learning.

LMS berbasis aplikasi digital, sehingga selain memudahkan para guru dalam merencanakan proses belajar online, LMS juga memudahkan siswa untuk mengakses konten pembelajaran di mana saja dan kapan saja. Melalui LMS ini, Sahabat Rumah Belajar lebih mudah membuat konten pembelajaran online, mulai dari perencanaan, pelaporan, hingga dokumentasi. Sahabat Rumah Belajar juga dapat memanfaatkan konten digital lainnya, seperti: artikel, e-book, animasi, suara, dan video yang menarik. Dengan cara ini, proses pembelajaran pun akan lebih menyenangkan. Beberapa contoh LMS berlisensi yang bisa Sahabat Rumah Belajar coba, di antaranya: Moodle, Dokeos, Atutor, Docebo, Claroline, Chamilo, OLAT dan lain-lain.

Fitur-Fitur LMS yang Mendukung Proses Belajar Online

Aplikasi LMS berlisensi biasanya memiliki beberapa fitur-fitur unggulan, antara lain:

User Interface yang Mudah Digunakan

LMS yang baik akan menampilkan antarmuka (interface) yang menarik, mudah diakses, dan mudah dipahami oleh para penggunanya. Pengguna LMS tidak akan merasa kebingungan saat menggunakannya. Bagi penyedia LMS, fitur antarmuka yang menarik juga dapat menambah estetika laman web LMS sehingga bisa menarik banyak calon pengguna baru.

Pendaftaran Online

Fitur pendaftaran merupakan fitur yang wajib dimiliki sebuah LMS. Melalui fitur ini para siswa dapat mendaftarkan dirinya secara online melalui laman LMS dan dapat melihat silabus yang sudah dipersiapkan para guru. Fitur pendaftaran ini juga harus mudah digunakan karena berkaitan dengan status pengguna dalam aktivitas pembelajaran dan persyaratan administrasi lainnya yang harus dipenuhi. 

Kelas Online

Sebagai sebuah media pembelajaran digital, LMS tentu memiliki fitur kelas online. Apa yang dimaksud dengan kelas online, adalah kelas yang menyajikan proses belajar-mengajar tanpa mengharuskan kontak fisik (tatap muka). Kelas online ini dapat menyajikan beragam materi pembelajaran digital, berupa video atau animasi pembelajaran, rekaman suara guru mengenai materi pembelajaran, dan dokumen materi pembelajaran (artikel atau buku elektronik) untuk dipelajari secara mandiri oleh para siswa. Selain itu, LMS yang bagus tentu harus memiliki fitur video conference yang dapat digunakan untuk para siswa belajar online tatap muka jarak jauh bersama guru mereka.

Kuis dan Ujian Online

Sebuah LMS yang baik akan menyediakan fitur kuis dan ujian online agar para guru dapat melakukan evaluasi belajar untuk para siswanya. Fitur ini harus mendukung kebutuhan guru dalam membuat soal hingga melakukan pendistribusian soal ujian kepada para siswa.

Ruang Diskusi

Fitur ini sangat penting untuk mendukung perkembangan belajar para siswa. Melalui fitur ruang diskusi, para guru dapat melakukan sesi diskusi yang lebih mendalam mengenai materi pelajaran yang sudah dipelajari oleh para siswa. Ruang diskusi ini juga turut membantu komunikasi antara guru dan para siswa agar guru dapat mengukur sejauh mana pemahaman para siswa mengenai materi yang sudah diberikan.

Laporan

Penyedia LMS tentu menyematkan fitur laporan yang dapat memudahkan guru melacak perkembangan para siswanya. Fitur ini berguna juga untuk mengecek absensi para siswa, intensitas para siswa mengakses materi pembelajaran, monitoring pengerjaan tugas para siswa, dan melakukan rekap jawaban kuis dan ujian para siswa.

Kelebihan LMS

Berikut adalah beberapa kelebihan pembelajaran yang dimiliki Learning Management System:

  • Biaya untuk menggunakan LMS lebih murah dibandingkan proses pembelajaran tatap muka.
  • Mempermudah guru untuk mengumpulkan dan menganalisis data hasil belajar siswa dengan waktu yang lebih singkat.
  • Mempermudah guru untuk mencari dan mengatur materi pembelajaran untuk siswa
  • Waktu pembelajaran jadi lebih efisien karena pembelajaran online dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
  • Metode pembelajaran LMS yang menggunakan beberapa teknologi informasi berupa gambar, suara, animasi, video, dan teks membuat materi pembelajaran lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.
  • Mendorong siswa untuk melakukan pembelajaran mandiri.
  • Konten pembelajaran untuk siswa dapat terdokumentasi dengan baik.
  • Memudahkan interaksi antara guru dan murid dengan adanya fitur obrolan dan grup diskusi.
  • Alternatif pembelajaran online selama pandemi, seperti pandemic COVID-19.

Kekurangan LMS

Media belajar online LMS ini juga memiliki kekurangan, antara lain:

  • Membutuhkan koneksi internet yang stabil dan baik. Jika tidak, proses pembelajaran melalui LMS pun akan terhambat.
  • Kurang bisa menerapkan interaksi secara real-time antara guru dan siswa. Misalnya, apabila ada siswa yang bertanya kepada gurunya hari ini, sementara guru tersebut baru online besok, maka jawaban dari guru tersebut baru bisa diterima siswa pada keesokan harinya.
  • Membutuhkan perangkat penunjang, seperti komputer, laptop, dan smartphone untuk bisa menggunakan LMS.

Fitur Utama Kelas Maya

Lingkungan belajar berpusat pada siswa dalam rangka memfasilitasi penguasaan keterampilan abad 21 merupakan salah satu ciri pendekatan konstruktivisme. Lalu, apakah hal tersebut harus diwujudkan? Bagaimana cara mewujudkannya? Keragaman karakteristik siswa, lingkungan belajar, serta kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran menjadi elemen yang ikut menentukan bagaimana sebuah aktivitas pembelajaran dirancang, diterapkan, dan dikelola.

Kelas maya merupakan LMS yang disediakan oleh Portal Rumah Belajar. Pada kelas maya, sahabat dapat mengelola kelas secara online. Sahabat dapat mengupload tugas, menyampaikan materi, mengelola tugas dan forum diskusi. Pada kelas maya, sahabat dapat mendaftar sebagai guru. Selain itu, siswa dan sekolah juga dapat mendaftar sebagai siswa dan penyelenggara seperti gambar dibawah.

Pendaftaran pada kelas maya dapat dilakukan dengan mempelajari video berikut ini :

https://www.youtube.com/watch?v=cvbuX8jhIA0


Share:

Model-model Pembelajaran

Materi kedua yang akan Sahabat pelajari pada modul ini yaitu model-model pembelajaran. Tentunya Sahabat Rumah Belajar sudah menerapkan banyak model pembelajaran di kelas, bukan? Coba Sahabat sebutkan salah satu model pembelajaran yang pernah/sering digunakan dalam pembelajaran di kelas!

Nah dalam materi kedua ini Sahabat akan diberikan pengetahuan mengenai beberapa model pembelajaran yang bisa Sahabat gunakan dalam pembelajaran di kelas. 

Ada banyak model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli pembelajaran. Mungkin Sahabat Rumah Belajar juga sudah menerapkan beragam model pembelajaran di kelas. Pada modul ini, hanya akan dibahas beberapa model pembelajaran yang sudah diklasifikasikan menurut ahli.

1. Model Pembelajaran Blended Learning

Model pembelajaran blended learning (campursari) yaitu model pembelajaran yang mengombinasikan pembelajaran tatap  muka (syncronous) dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (asyncronous). Kini ditengah pandemic covid-19 model ini menjadi trend di seluruh dunia.

ilustrasi gambar


Apa saja jenis model pembelajaran blended learning dan bagaimana mengoptimalkan penerapannya? Silahkan Sahabat simak video berikut : https://www.youtube.com/watch?v=dLKQtgTQUDI

2. Model Pembelajaran Berbasis Game (Game Based Learning)

Pernahkah Sahabat Rumah Belajar menerapkan model pembelajaran berbasis game? Mungkin ada di antara Sahabat yang sudah pernah menerapkannya. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran berbasis game? Silahkan Sahabat cermati dan simak video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=hcH2JE5m9y8

Adapun konsep dasar dari model Game Based Learning dapat Sahabat pelajari dari video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=9RLOPlSgYPQ&t=15s

3. Model Pembelajaran Berbasis Elektronik (e-Learning)

Pernahkah Sahabat Rumah Belajar menerapkan model pembelajaran berbasis elektronik (e-learning)?

E-Pembelajaran mengacu kepada suatu model pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik. Jenis media elektronik yang dimanfaatkan bisa terdiri dari satu, atau banyak jenis media. E-pembelajaran yang paling populer saat ini adalah pembelajaran online atau online learning.

4. Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman (experiential learning)

Sahabat Rumah Belajar mungkin pernah mendengar atau bahkan menerapkan model pembelajaran berbasis pengalaman. Secara definisi, experiential learning merupakan proses belajar melalui pengalaman, dan secara lebih spesifik didefinisikan sebagai "belajar melalui refleksi dalam melakukan". Pembelajaran langsung dapat menjadi bentuk pembelajaran berdasarkan pengalaman, tetapi tidak selalu melibatkan siswa yang merefleksikan produk mereka. (Wikipedia, n.d.)

Salah satu model pembelajaran berbasis pengalaman dikenal dengan Crossover Learning. Silahkan Sahabat simak salah satu contoh video berikut: 

https://www.youtube.com/watch?v=XCqNeHFQ2bk

Penerapan Model Crossover Learning dalam pembelajaran dapat Sahabat simak dalam video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=3ck2-dg2vns

Masih banyak model-model pembelajaran yang dapat Sahabat cari dan gali lebih lanjut, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Sahabat bisa explore lebih lanjut secara mandiri dari berbagai sumber.


Share:

Rencana Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran di Kelas

ilustrasi gambar


Satu hal yang tidak kalah penting dalam merencanakan pembelajaran adalah menuangkannya dalam bentuk dokumen rencana pembelajaran, atau yang biasa kita kenal dengan nama: RPP atau lesson plan. Lesson plan atau rencana pembelajaran bukan hanya dokumen yang guru susun untuk pemenuhan administrasi mengajar. Pembelajaran adalah proses berkelanjutan, bukan hanya guru menyampaikan materi yang sesuai dengan tujuan kognitif yang disusun.

Seiring dengan pertumbuhan akses ke teknologi informasi dan komunikasi, pendidik memiliki peluang yang semakin besar untuk bereksperimen dengan dan menyesuaikan perangkat keras dan perangkat lunak dengan praktik mereka saat ini. Integrasi TIK dalam pembelajaran dapat sangat bervariasi antara guru meskipun mengajarkan materi yang sama, karena ada berbagai alasan. Memahami tantangan yang dihadapi guru dalam integrasi teknologi merupakan langkah penting pertama untuk keberhasilan adopsi dan penggunaan TIK berkelanjutan.

Langkah awal yang dapat Sahabat lakukan adalah melakukan analisis kebutuhan (need analysis) atau penilaian kebutuhan (need assessment) berdasarkan kondisi dan sumber daya yang tersedia. Tentu saja hasil analisis/penilaian akan berbedabeda, karena Sahabat perlu ingat bahwa dengan berbeda kelas dan institusi maka akan ada perbedaan aspek.

Sebagai guru, Sahabat memerlukan kriteria untuk menganalisis/menilai kebutuhan akan integrasi dalam pembelajaran. O’Reilly (2016) dalam jurnalnya menuliskan 8 (delapan) aspek yang perlu disurvei sebelum mengadopsi dan mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran, yaitu:

  • kemampuan asesmen diri guru
  • pengunaan dan integrasi TIK
  • keyakinan guru
  • kendala akses
  • sumber daya untuk pengembangan profesional
  • kepemimpinan
  • kebutuhan dan keinginan
  • demografi

Setelah memperoleh hasil analisi/penilaian kebutuhan, apa yang kemudian perlu dilakukan guru? Ya, Sahabat perlu mempersiapkan lingkungan dengan baik sebelum menerapkan pembelajaran berbasis TIK. Lingkungan pembelajaran bisa bersifat fisik, seperti ketersediaan fasilitas belajar, atau pengaturan ruang kelas. Lingkungan pembelajaran juga meliputi hal-hal yang tidak bersifat fisik seperti: motivasi belajar, kreativitas, aturan dan regulasi, hingga dukungan manajemen dan orang tua.

Membuat RPP sebelum memulai pembelajaran seringkali dianggap beban administratif. Keharusan merencanakan pembelajaran bahkan tertuang dalam peraturan Menteri. Tujuannya baik, namun acapkali dianggap rumit. Pada awal tahun 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan arahan baru terkait RPP. Guru diberikan kebebasan dan kemerdekaan untuk membuat RPP dalam format satu lembar/halaman. Tujuan utama arahan tersebut adalah untuk meringankan pekerjaan administratif guru. Guru juga diajak untuk lebih kreatif mempersiapkan pembelajaran sehingga pada saat implementasi pembelajaran, proses belajar menjadi lebih bermakna. Aturan perubahan RPP tercantum dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019.

Silakan pelajari modul pembuatan RPP dengan mengintegrasikan TIK berikut: https://s.id/pranalamodulRPP 

Baca Juga Materi : Pemanfaatan TIK Pembelajaran dengan Pendekatan TPACK

Pusdatin Kemendikbud merupakan satuan kerja di bawah Sekretariat Jenderal yang memiliki tugas dan fungsi pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan pengolahan data pendidikan dan kebudayaan. Layanan TIK yang diberikan oleh Pusdatin untuk berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), antara lain:

  1. layanan infrastruktur TIK untuk satuan kerja
  2. layanan data pokok pendidikan, kebudayaan, dan Bahasa
  3. layanan produk (media dan metode) pembelajaran berbantuan TIK
  4. layanan peningkatan kompetensi TIK bagi SDM Pendidikan

Modul ini akan memfokuskan pada praktek pemanfaatan produk layanan Pusdatin untuk pembelajaran di kelas atau pun untuk moda pembelajaran jarak jauh. Tahukah Sahabat apa saja produk layanan pembelajaran yang dikembangkan oleh Pusdatin?


Share:

Pemanfaatan TIK Pembelajaran dengan Pendekatan TPACK

Sahabat tentu telah mengenal beragam TIK baik yang bersifat luring maupun daring yang dapat dipergunakan untuk pembelajaran. Karakteristik berbagai TIK tersebut juga telah Sahabat pelajari, baik kelebihan maupun keterbatasannya. Selanjutnya, bagaimana apabila Sahabat ingin memanfaatkan TIK di kelas? Yang artinya ada perbedaan kondisi lingkungan belajar, karakteristik peserta didik, dan sebagainya. Untuk menggunakan TIK secara optimal sehingga memperoleh hasil dan dampak sesuai dengan yang Sahabat rencanakan, diperlukan kemampuan yang lebih.

Pada level pemanfaatan (implementasi), tidak hanya kemampuan internal guru sebagai pengguna TIK yang berpengaruh, melainkan ada pula faktor-faktor eksternal yang perlu dijadikan pertimbangan. Contohnya kebijakan dan regulasi TIK yang berlaku, kondisi lingkungan sosial dan fisik, karakteristik peserta didik, dan sebagainya.

Definisi TIK adalah: Beragam perangkat dan sumber daya teknologi yang digunakan untuk mengirimkan, menyimpan, membuat, berbagi, atau bertukar informasi dan meningkatkan komunikasi. Alat dan sumber daya teknologi ini termasuk komputer, Internet (situs web, blog, dan email), teknologi penyiaran langsung (radio, televisi, dan webcasting), teknologi penyiaran yang direkam (podcasting, pemutar audio dan video, dan perangkat penyimpanan) dan telepon (tetap atau seluler, satelit, visio / konferensi video, dll.) (UNESCO, uis.unesco.org).

Jadi, TIK tidak hanya berupa komputer dan internet ya...

Penggunaan TIK oleh guru meliputi:

1. Penggunaan TIK secara profesional

2. Peran TIK dalam integrasi sosial dengan peserta didik

3. TIK sebagai penerapan teknologi pembelajaran

4. Penggunaan TIK dalam manajemen dan pengembangan sekolah

5. Penggunaan TIK yang efektif melalui analisis pribadi, organisasi, dan kelembagaan

Menurut Anderson (2010) ada empat tahapan dalam mengadopsi dan menggunakan TIK yang diawali dengan literasi teknologi, yaitu: 

gambar diambil dari www.simpatik.com


Seiring dengan berjalannya waktu, pendekatan pemanfaatan TIK juga mengalami perkembangan. Ruang lingkup pendekatan pemanfaatan TIK menjadi lebih personal yakni pada diri guru dan berkaitan dengan kompetensinya. Pendekatan guru dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran yang dibahas dalam modul ini adalah model TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge).  

gambar TPACK


TPACK juga merupakan pendekatan pembelajaran yang sangat relevan di masa pembelajaran daring saat ini. Hal ini, karena pendekatan TPACK memadukan aspek pengetahuan (Knowledge/K), cara membelajarkan (Pedagogy/P), penguasaan materi pembelajaran sesuai bidang (Content/C) dengan TIK (Technology/T).

Pendekatan TPACK merupakan pendekatan yang dikembangkan dari pendekatan Pedagogy Content Knowledge (PCK) yang pertama kali dikenalkan oleh Shulman pada tahun 1986. Namun, pendekatan PCK tidak sekedar irisan atau gabungan pengetahuan tentang pedagogi dan penguasaan materi namun diperkuat oleh pengalaman-pengalaman guru. Pada dasarnya, konsep pendekatan pembelajaran TPACK melibatkan 7 domain pengetahuan.


Share:

Vidio Pembelajaran "Lembaga Keuangan Indonesia"

 


Vidio ini dibuat dengan tujuan untuk berbagi dan memudahkan siswa untuk paham akan materi tentang lembaga keuangan yang ada di Indonesia dan juga sebagai kelengkapan tugas ketika Saya mengikuti kegiatan pembatik level 2. Mudah-mudahn Vidio ini bermanfaat.

Link vidio ini juga dapat diakses pada portal rumah belajar

https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Content/Home/Details/385667d415ba4259aaa9bfebd1e2b2ad

foto vidio pembelajaran 


Share:

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (Pembatik) Level 4

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (Pembatik) Level 4
BERBAGI DAN BERKOLABORASI BELAJAR BERSAMA RUMAH BELAJAR

WEBINAR RUMAH BELAJAR

WEBINAR RUMAH BELAJAR
BERGERAK MAJU BERSAMA RUMAH BELAJAR 04 NOV 2021 PKL 14.00-16.00

WEBINAR PAKKEMA RUMBEL

WEBINAR PAKKEMA RUMBEL
JANGAN LUPA SAHABAT 03 NOVEMBER 2021 PUKUL 13.30-15.30

Logo Pembatik

Logo Pembatik
Level 4 Pasti Bisa ditaklukkan

KELOMPOK 4 SRB TAHUN 2021

KELOMPOK 4 SRB TAHUN 2021
PAKKEMA RUMBEL (Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan Bersama Rumah Belajar)

SIR FAUJI-Sahabat Rumah Belajar

SIR FAUJI-Sahabat Rumah Belajar
Download segera Aolikasi Rumah Belajar di play store dan daftar dengan akun belajar.id

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Mengenai Saya

Foto saya
Muhammad Fauji
Saya adalah sosok pribadi yang ramah, terbuka dan suka sekali bersosialisasi. Menurut Saya ketika kita bersosialisasi dan bertemu banyak orang serta banyak bertanya maka kita akan mendapatkan hal-hal yang baru, pengalaman baru, ilmu yang baru serta memperbanyak teman. Dengan karakter Saya yang seperti itu Saya semakin luas dalam berfikir dan melihat sesuatu. Bagi Saya tidak ada kata rugi jika kita perbanyak pertemanan dan persaudaraan