Rencana Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran di Kelas

ilustrasi gambar


Satu hal yang tidak kalah penting dalam merencanakan pembelajaran adalah menuangkannya dalam bentuk dokumen rencana pembelajaran, atau yang biasa kita kenal dengan nama: RPP atau lesson plan. Lesson plan atau rencana pembelajaran bukan hanya dokumen yang guru susun untuk pemenuhan administrasi mengajar. Pembelajaran adalah proses berkelanjutan, bukan hanya guru menyampaikan materi yang sesuai dengan tujuan kognitif yang disusun.

Seiring dengan pertumbuhan akses ke teknologi informasi dan komunikasi, pendidik memiliki peluang yang semakin besar untuk bereksperimen dengan dan menyesuaikan perangkat keras dan perangkat lunak dengan praktik mereka saat ini. Integrasi TIK dalam pembelajaran dapat sangat bervariasi antara guru meskipun mengajarkan materi yang sama, karena ada berbagai alasan. Memahami tantangan yang dihadapi guru dalam integrasi teknologi merupakan langkah penting pertama untuk keberhasilan adopsi dan penggunaan TIK berkelanjutan.

Langkah awal yang dapat Sahabat lakukan adalah melakukan analisis kebutuhan (need analysis) atau penilaian kebutuhan (need assessment) berdasarkan kondisi dan sumber daya yang tersedia. Tentu saja hasil analisis/penilaian akan berbedabeda, karena Sahabat perlu ingat bahwa dengan berbeda kelas dan institusi maka akan ada perbedaan aspek.

Sebagai guru, Sahabat memerlukan kriteria untuk menganalisis/menilai kebutuhan akan integrasi dalam pembelajaran. O’Reilly (2016) dalam jurnalnya menuliskan 8 (delapan) aspek yang perlu disurvei sebelum mengadopsi dan mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran, yaitu:

  • kemampuan asesmen diri guru
  • pengunaan dan integrasi TIK
  • keyakinan guru
  • kendala akses
  • sumber daya untuk pengembangan profesional
  • kepemimpinan
  • kebutuhan dan keinginan
  • demografi

Setelah memperoleh hasil analisi/penilaian kebutuhan, apa yang kemudian perlu dilakukan guru? Ya, Sahabat perlu mempersiapkan lingkungan dengan baik sebelum menerapkan pembelajaran berbasis TIK. Lingkungan pembelajaran bisa bersifat fisik, seperti ketersediaan fasilitas belajar, atau pengaturan ruang kelas. Lingkungan pembelajaran juga meliputi hal-hal yang tidak bersifat fisik seperti: motivasi belajar, kreativitas, aturan dan regulasi, hingga dukungan manajemen dan orang tua.

Membuat RPP sebelum memulai pembelajaran seringkali dianggap beban administratif. Keharusan merencanakan pembelajaran bahkan tertuang dalam peraturan Menteri. Tujuannya baik, namun acapkali dianggap rumit. Pada awal tahun 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan arahan baru terkait RPP. Guru diberikan kebebasan dan kemerdekaan untuk membuat RPP dalam format satu lembar/halaman. Tujuan utama arahan tersebut adalah untuk meringankan pekerjaan administratif guru. Guru juga diajak untuk lebih kreatif mempersiapkan pembelajaran sehingga pada saat implementasi pembelajaran, proses belajar menjadi lebih bermakna. Aturan perubahan RPP tercantum dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019.

Silakan pelajari modul pembuatan RPP dengan mengintegrasikan TIK berikut: https://s.id/pranalamodulRPP 

Baca Juga Materi : Pemanfaatan TIK Pembelajaran dengan Pendekatan TPACK

Pusdatin Kemendikbud merupakan satuan kerja di bawah Sekretariat Jenderal yang memiliki tugas dan fungsi pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan pengolahan data pendidikan dan kebudayaan. Layanan TIK yang diberikan oleh Pusdatin untuk berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), antara lain:

  1. layanan infrastruktur TIK untuk satuan kerja
  2. layanan data pokok pendidikan, kebudayaan, dan Bahasa
  3. layanan produk (media dan metode) pembelajaran berbantuan TIK
  4. layanan peningkatan kompetensi TIK bagi SDM Pendidikan

Modul ini akan memfokuskan pada praktek pemanfaatan produk layanan Pusdatin untuk pembelajaran di kelas atau pun untuk moda pembelajaran jarak jauh. Tahukah Sahabat apa saja produk layanan pembelajaran yang dikembangkan oleh Pusdatin?


Share:

Pemanfaatan TIK Pembelajaran dengan Pendekatan TPACK

Sahabat tentu telah mengenal beragam TIK baik yang bersifat luring maupun daring yang dapat dipergunakan untuk pembelajaran. Karakteristik berbagai TIK tersebut juga telah Sahabat pelajari, baik kelebihan maupun keterbatasannya. Selanjutnya, bagaimana apabila Sahabat ingin memanfaatkan TIK di kelas? Yang artinya ada perbedaan kondisi lingkungan belajar, karakteristik peserta didik, dan sebagainya. Untuk menggunakan TIK secara optimal sehingga memperoleh hasil dan dampak sesuai dengan yang Sahabat rencanakan, diperlukan kemampuan yang lebih.

Pada level pemanfaatan (implementasi), tidak hanya kemampuan internal guru sebagai pengguna TIK yang berpengaruh, melainkan ada pula faktor-faktor eksternal yang perlu dijadikan pertimbangan. Contohnya kebijakan dan regulasi TIK yang berlaku, kondisi lingkungan sosial dan fisik, karakteristik peserta didik, dan sebagainya.

Definisi TIK adalah: Beragam perangkat dan sumber daya teknologi yang digunakan untuk mengirimkan, menyimpan, membuat, berbagi, atau bertukar informasi dan meningkatkan komunikasi. Alat dan sumber daya teknologi ini termasuk komputer, Internet (situs web, blog, dan email), teknologi penyiaran langsung (radio, televisi, dan webcasting), teknologi penyiaran yang direkam (podcasting, pemutar audio dan video, dan perangkat penyimpanan) dan telepon (tetap atau seluler, satelit, visio / konferensi video, dll.) (UNESCO, uis.unesco.org).

Jadi, TIK tidak hanya berupa komputer dan internet ya...

Penggunaan TIK oleh guru meliputi:

1. Penggunaan TIK secara profesional

2. Peran TIK dalam integrasi sosial dengan peserta didik

3. TIK sebagai penerapan teknologi pembelajaran

4. Penggunaan TIK dalam manajemen dan pengembangan sekolah

5. Penggunaan TIK yang efektif melalui analisis pribadi, organisasi, dan kelembagaan

Menurut Anderson (2010) ada empat tahapan dalam mengadopsi dan menggunakan TIK yang diawali dengan literasi teknologi, yaitu: 

gambar diambil dari www.simpatik.com


Seiring dengan berjalannya waktu, pendekatan pemanfaatan TIK juga mengalami perkembangan. Ruang lingkup pendekatan pemanfaatan TIK menjadi lebih personal yakni pada diri guru dan berkaitan dengan kompetensinya. Pendekatan guru dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran yang dibahas dalam modul ini adalah model TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge).  

gambar TPACK


TPACK juga merupakan pendekatan pembelajaran yang sangat relevan di masa pembelajaran daring saat ini. Hal ini, karena pendekatan TPACK memadukan aspek pengetahuan (Knowledge/K), cara membelajarkan (Pedagogy/P), penguasaan materi pembelajaran sesuai bidang (Content/C) dengan TIK (Technology/T).

Pendekatan TPACK merupakan pendekatan yang dikembangkan dari pendekatan Pedagogy Content Knowledge (PCK) yang pertama kali dikenalkan oleh Shulman pada tahun 1986. Namun, pendekatan PCK tidak sekedar irisan atau gabungan pengetahuan tentang pedagogi dan penguasaan materi namun diperkuat oleh pengalaman-pengalaman guru. Pada dasarnya, konsep pendekatan pembelajaran TPACK melibatkan 7 domain pengetahuan.


Share:

Sosial Media Untuk Pembelajaran

Sahabat pernahkah Sahabat memanfaatkan media sosial dalam pembelajaran? Jenis media sosial apa yang pernah Sahabat manfaatkan dalam pembelajaran dengan siswa-siswa Sahabat?

Nah, sebelum lebih lanjut membahas tentang media sosial untuk pembelajaran, ada baiknya Sahabat pelajari dulu mengenai konsep media sosial dan perkembangannya. Media Sosial, sering sekali kita mendengar kata media sosial, tapi sebenarnya apa sih media sosial itu ? Menurut Hudson (2020) sosial media sebagai sebuah alat yang memungkinkan pengguna untuk dapat berbagi konten secara cepat kepada khalayak. Michael Cross (2013) menggambarkan sosial media sebagai bermacam-macam teknologi yang digunakan untuk mengikat orang-orang ke dalam suatu kolaborasi, saling bertukar informasi, dan berinteraksi melalui isi pesan yang berbasis web. Sedangkan menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein media sosial adalah sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun diatas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Atau bahasa lainnya media sosial adalah media yang didesain untuk memperluas interaksi sosial manusia dengan menggunakan internet dan teknologi web.

gambar di ambil dari www.simpatik.com

Baca Juga : Strategi Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran

Sahabat apabila kita amati gambar dibawah, kemunculan sosial media seiring dengan perkembangan teknologi web 2.0 yang bersifat user generated content dan memungkinkan penggunanya untuk menjadi active user yaitu pengguna dapat berperan sebagai pembuat konten, berbagi konten, mengunggah konten dan berinteraksi dengan sesama pengguna lain. Fitur-fitur sosial media-pun semakin beragam untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. 

gambar di ambil dari www.simpatik.com


Sahabat, media sosial yang kita kenal beragam jenisnya dan masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri. Secara garis besar, jenis-jenis media sosial, meliputi:

Relationship and Media Sharing Networks,

Social Publishing Platform (blog dan microblog),

Interest-based networks,

Online Review and Discussion Forum

Karakteristik media sosial meliputi: Kualitas, Jangkauan, Frekuensi, Aksesibilitas, Interaktifitas, Segera, Tidak permanen, Identity, Conversation, Relationship, Sharing, Presence, Reputation,Group

Share:

Strategi Pemanfaatan Sosial Media Untuk Pembelajaran

Penggunaan media sosial bisa semakin memudahkan dalam proses pembelajaran .Lewat sosial media para pelajar secara aktif bisa lebih kreatif dan mandiri sehingga kualitas pembelajaran bisa semakin meningkat baik dari segi pengetahuan maupun kualitas.

Sementara cara menggunakan media sosial agar bisa semakin memicu kualitas para pelajar adalah dengan memanfaatkan berbagai macam kemudahan komunikasi serta informasi yang dimiliki oleh media yang berhubungan. Beberapa media yang sudah banyak digunakan dan bisa menjadi salah satu pemicu kualitas belajar dalam mendapatkan informasi adalah facebook, twitter, youtube, blog dan lainya yang telah disebutkan sebelumnya. 

Langkah pemanfaatan sosial media untuk pembelajaran, meliputi: menentukan topik, menentukan jenis sosial media, dan menetapkan tujuan.

Strategi pemanfaatan sosial media untuk pembelajaran:

1) setelah menentukan topik dan jenis sosial media maka buatlah rancangan visualisasi dari topic tersebut,

2) implementasikan dalam model pembelajaran tertentu misalnya project based learning dansebagainya

3) terapkan netiket dan etika bermedia sosial saat memanfaatkan media sosial dalam pembelajaran

www.simpatik.com

https://www.youtube.com/watch?v=E9h8F5qjcQc&t=1s

Sahabat, media sosial merupakan media yang bisa digunakan untuk berbagai hal, baik untuk kepentingan positif maupun negatif semua tergantung dari si pemakai. Ibarat pisau bermata dua apabila kita tidak berhati-hati dalam pengunaannya maka akan berdampak negatif bagi diri sendiri atau lingkungan sekitar, oleh karena itu kita haruslah bijak dalam pemanfaatan sosial media. Salah satu hal positif dalam pemanfaatan sosial media adalah untuk pembelajaran, informasi edukasi dan menyebarkan ajakan positif lainnya. Silahkan Sahabat simak video berikut untuk mengetahui gambaran pemanfaatan sosial media secara bijak.

Tips bijak dalam pemanfaatan sosial media antara lain gunakan sosial media untuk hal yang positip misalnya untuk pembelajaran dan menyebarkan informasi positip serta hindari untuk memberikan informasi pribadi misalnya nomor telepon dan alamat rumah.

ilustrasi gambar


Share:

SEJARAH RUMAH BELAJAR

 1. RUMAH BELAJAR

Rumah Belajar adalah sebuah portal pembelajaran yang merupakan produk dari Pusdatin Kemendikbud yang bisa dimanfaatkan oleh peserta didik dan tenaga kependidikan. Layanan Rumah belajar ini bisa diakses melalui portal https://belajar.kemdikbud.go.id atau bisa juga mengunduh aplikasinya di playstore dan appstore.

Tahukah Sahabat kapan Rumah Belajar pertamakali diluncurkan??

ya...Rumah Belajar telah diluncurkan sejak  tanggal tanggal 15 Juni 2011. Sejak peluncuran pertamanya, Rumah Belajar  telah mengalami banyak perkembangan.  Dari sebuah Sumber Belajar bertransformasi menjadi sebuah portal pembelajaran atau learning management  system (LMS) yang terintegrasi, menjadi sebuah one stop service yang dapat diakses selama 7 hari 24 jam bagi stakeholder pendidikan.  Sejarah perkembangan Rumah Belajar  dari sejak tahun 2011 dapat Sahabat simak pada infografis berikut:

sejarah rumah belajar infografis

Baca Juga  :  Fitur-Fitur Rumah Belajar 

Fitur utama Rumah Belajar, terdiri dari sumber belajar, kelas maya, bank soal dan laboratorium maya. Untuk mengetahui lebih detail mengenai apa dan bagaimana isi fitur-fitur utama Rumah Belajar tersebut, Sahabat dapat mempelajari secara mandiri melalui tautan berikut :

a. sumber belajar, dengan alamat https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/

b. kelas maya, dengan alamat https://kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id/kelasmaya.

c. bank soal, dengan alamat http://banksoal.belajar.kemdikbud.go.id/

d. laboratorium maya dengan alamat https://belajar.kemdikbud.go.id/labmaya

Selain fitur utama, berikutnya Sahabat  dapat mempelajari fitur pendukung Rumah Belajar melalui tautan-tautan berikut:

o Peta budaya : https://petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id/,

o Buku Sekolah Elektronik: http://bse.belajar.kemdikbud.go.id/,

o Wahana Jelajah Angkasa: http://wwt.belajar.kemdikbud.go.id/,

o Karya Bahasa dan Sastra: https://belajar.kemdikbud.go.id/BahasaSastra,

o Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan: http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/,

o Edugame: https://belajar.kemdikbud.go.id/EduGame,

o Blog Pena: http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/

Pada laman Rumah Belajar  juga disediakan Booklet Panduan Pemanfaatan Fitur-fitur Rumah Belajar dan juga Booklet Panduan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif yang memanfaatkan Rumah Belajar. Sahabat dapat mengakses kedua booklet panduan tersebut melalui tautan yang ada di halaman depan Rumah Belajar. Diharapkan baik pengguna baru maupun pengguna lama dapat lebih mudah dalam memahami dan menerapkan Rumah Belajar. 

 

 

Share:

Pengenalan Fitur-Fitur Rumah Belajar

 1. RUMAH BELAJAR

Rumah Belajar adalah sebuah portal pembelajaran yang merupakan produk dari Pusdatin Kemendikbud yang bisa dimanfaatkan oleh peserta didik dan tenaga kependidikan. Layanan Rumah belajar ini bisa diakses melalui portal https://belajar.kemdikbud.go.id atau bisa juga mengunduh aplikasinya di playstore dan appstore.

Tahukah Sahabat kapan Rumah Belajar pertama kali diluncurkan??

ya...Rumah Belajar telah diluncurkan sejak  tanggal tanggal 15 Juni 2011. Sejak peluncuran pertamanya, Rumah Belajar  telah mengalami banyak perkembangan.  Dari sebuah Sumber Belajar bertransformasi menjadi sebuah portal pembelajaran atau learning management  system (LMS) yang terintegrasi, menjadi sebuah one stop service yang dapat diakses selama 7 hari 24 jam bagi stakeholder pendidikan.  Sejarah perkembangan Rumah Belajar  dari sejak tahun 2011 dapat Sahabat simak pada infografis berikut:

Fitur utama Rumah Belajar, terdiri dari sumber belajar, kelas maya, bank soal dan laboratorium maya. Untuk mengetahui lebih detail mengenai apa dan bagaimana isi fitur-fitur utama Rumah Belajar tersebut, Sahabat dapat mempelajari secara mandiri melalui tautan berikut :

a.  Sumber belajar, dengan alamat https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/

b.  Kelas maya, dengan alamat https://kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id/kelasmaya.

c.   Bank soal, dengan alamat http://banksoal.belajar.kemdikbud.go.id/

d.   Laboratorium maya dengan alamat https://belajar.kemdikbud.go.id/lab maya


Selain fitur utama, berikutnya Sahabat  dapat mempelajari fitur pendukung Rumah Belajar melalui tautan-tautan berikut:

o Peta budaya : https://petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id/,

o Buku Sekolah Elektronik: http://bse.belajar.kemdikbud.go.id/,

o Wahana Jelajah Angkasa: http://wwt.belajar.kemdikbud.go.id/,

o Karya Bahasa dan Sastra: https://belajar.kemdikbud.go.id/BahasaSastra,

o Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan: http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/,

o Edugame: https://belajar.kemdikbud.go.id/EduGame,

o Blog Pena: http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/

Pada laman Rumah Belajar  juga disediakan Booklet Panduan Pemanfaatan Fitur-fitur Rumah Belajar dan juga Booklet Panduan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif yang memanfaatkan Rumah Belajar. Sahabat dapat mengakses kedua booklet panduan tersebut melalui tautan yang ada di halaman depan Rumah Belajar. Diharapkan baik pengguna baru maupun pengguna lama dapat lebih mudah dalam memahami dan menerapkan Rumah Belajar. 

logo rumah belajar

Baca Juga : Vidio Pembelajaran "Lembaga Keuangan Indonesia"

 2.  AKUN PEMBELAJARAN

Akun Pembelajaran merupakan akun elektronik yang memuat nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik.

Apakah Sahabat sudah memiliki, mengaktifkan, dan mengakses akun pembelajaran yang telah disediakan oleh Kemendikbud tersebut???

Bagi Sahabat yang belum dapat mengakses dan mengaktifkan akun pembelajaran, silahkan simak video tutorial berikut:

Akun Pembelajaran bertujuan untuk: mendukung proses pembelajaran di Satuan Pendidikan melalui penerapan teknologi; dan meningkatkan keterhubungan antara layanan pembelajaran.

Sasaran akun pembelajaran, meliputi:

a. peserta didik (SD, SMP, SMA, SMK dan SLB)

b. pendidik (jenjang pendidikan dasar dan menengah)

c. tenaga kependidikan (kepala satuan penddidikan dan operator)

Jenis Aplikasi Pembelajaran yang bisa diakses dengan Akun Pembelajaran:

Pos elektronik (e-mail) Penyimpanan dan pembagian dokumen secara elektronik

Pengelolaan administrasi pembelajaran secara elektronik

Penjadwalan proses pembelajaran secara elektronik

Pelaksanaan proses pembelajaran secara daring, baik secara sinkronus maupun asinkronus

Rumah Belajar Kemendikbud untuk materi

Daftar lengkap aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan Akun Pembelajaran dapat Sahabat pelajari di laman https://belajar.id/


Share:

VISI MISI SEKOLAH SMA SWASTA PAB 11 LUBUK PAKAM

 

foto depan gerbang


VISI, MISI, DAN TUJUAN SMA SWASTA PAB 11 LUBUK PAKAM


A.   VISI

“Mewujudkan lembaga / Pendidikan PAB sebagai Pranata sosial yang siap dan mampu meningkatkan kecerdasan dan kemampuan anak bangsa yang beriman, berilmu trampil dan mandiri serta mampu beramal soleh.
Indikator Kebersihan
1. Unggul dalam prestasi akademik.
2. Unggul dalam prestasi  non akademik.
3. Unggul dalam melaksanakan Iman, Takwa dan Etika.
4. Unggul dalam disiplin.
5. Unggul dalam pengelolaan 7 K.

B.   MISI

1.   Melaksanakan pembelajran aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.
2.   Mengupayakan pemertaan dan perluasan aktifitas pendidikan PAB yang bermutu dalam rangka life skill.
3.   Membangun watak dan semangat belajar yang  berkesinambungan terhadap semua anak bangsa. 
4.   Menetapkan kepribadian anak dan bangsa yang bertakwa, percaya diri, berahlak dan berkepribadian mulia.
5.  Menigkatkan kemampuan / kecerdasan personal dan sosial, professionalisme, kepribadian para anak didik yang siap berkopetensi, bertanggung jawab serta berwawasan lingkungan hidup.
6.   Membangun kerja sama dan membangun partisipasi masyarakat sebagai tanggung jawab sosial.
7.   Dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, membangun kesadaran berbangsa dan Bernegara kesatuan Republik Indonesia.

C.   Tujuan      

Adapun tujuan dari program Tahunan SMA Swasta PAB 11 Lubuk Pakam adalah sebagai berikut :
1.   Siswa beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.
2.   Siswa sehat rohani dan jasmani.
3.  Siswa memiliki dasar – dasar pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
4.   Mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat dan kebudayaannya.
5.   Siswa kreatif, trampil, dan bekerja untuk dapat mengembangkan diri secara terus – menerus.


Share:

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (Pembatik) Level 4

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (Pembatik) Level 4
BERBAGI DAN BERKOLABORASI BELAJAR BERSAMA RUMAH BELAJAR

WEBINAR RUMAH BELAJAR

WEBINAR RUMAH BELAJAR
BERGERAK MAJU BERSAMA RUMAH BELAJAR 04 NOV 2021 PKL 14.00-16.00

WEBINAR PAKKEMA RUMBEL

WEBINAR PAKKEMA RUMBEL
JANGAN LUPA SAHABAT 03 NOVEMBER 2021 PUKUL 13.30-15.30

Logo Pembatik

Logo Pembatik
Level 4 Pasti Bisa ditaklukkan

KELOMPOK 4 SRB TAHUN 2021

KELOMPOK 4 SRB TAHUN 2021
PAKKEMA RUMBEL (Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan Bersama Rumah Belajar)

SIR FAUJI-Sahabat Rumah Belajar

SIR FAUJI-Sahabat Rumah Belajar
Download segera Aolikasi Rumah Belajar di play store dan daftar dengan akun belajar.id

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Mengenai Saya

Foto saya
Muhammad Fauji
Saya adalah sosok pribadi yang ramah, terbuka dan suka sekali bersosialisasi. Menurut Saya ketika kita bersosialisasi dan bertemu banyak orang serta banyak bertanya maka kita akan mendapatkan hal-hal yang baru, pengalaman baru, ilmu yang baru serta memperbanyak teman. Dengan karakter Saya yang seperti itu Saya semakin luas dalam berfikir dan melihat sesuatu. Bagi Saya tidak ada kata rugi jika kita perbanyak pertemanan dan persaudaraan